| Ozha Photo |
Welcome To Pasee Photographer Community
Pasee Photographer Community Adalah Perkumpulan Pecinta Seni Fotografi di Pesisir Pantai Timur Aceh. Perkumpulan ini sengaja di bentuk sebagai Media Komunikasi antar pecinta seni fotografi yang bedomisili di kawasan Pantai Timur Aceh. Komunitas ini diharapkan mampu menjembatani sebaga bentuk aktivitas yang berkaitan dengan Seni Fotografi. Untuk temen-temen yang mungkin mau fotonya kita Posting bisa ngirim foto ke alamat email kami Insya Allah akan kami postingkan di blog ini, foto kalian semua tetep terjaga Copyright-nya utuh ditangan sang fotografer.
Format Email :Judul_Tempat_Nama Fotografer_Tlpn/Hp
Email P2C :pasphotocommunity@gmail.com
Format Email :Judul_Tempat_Nama Fotografer_Tlpn/Hp
Email P2C :pasphotocommunity@gmail.com
Rabu, 17 November 2010
Selasa, 16 November 2010
Senin, 15 November 2010
Rencong
| Rencong (Bahasa Aceh: Rintjong, Rincong) adalah senjata tajam belati tradisional Aceh, di pulau Sumatera Indonesia bentuknya menyerupai huruf "L". Rencong termasuk dalam kategori belati yang berbeda dengan pisau atau pedang. Rencong memiliki kemiripan rupa dengan keris. Panjang mata pisau rencong dapat bervariasi dari 10 cm sampai 50 cm. Rencong dimasukkan ke dalam sarung belati yang terbuat dari kayu, gading, tanduk, atau terkadang logam perak atau emas. Agus Sarwono,TiLe |
Batik Aceh
| Batik Aceh tentu kalah besar dibandingkan dengan Karya Batik-batik dipulau jawa. Maklum saja, Rumah Batik Aceh sesungguhnya terbilang baru bergabung bersama dengan komunitas batik lainnya dari seluruh Indonesia. Batik Aceh Sendiiri Terbilang Tak kalah Hebat jika di bandingkan dengan Karya-karya Batik Lain di Seluruh Nusantara. Batik Aceh mempunyai motif yang menarik dan unik, motif Awan Meucanek, Pucok Reubong, Taloe Meuputa, Bungong Lawang, Taloe Ie, dan ratusan motif lainnya. Agus Sarwono,TiLe |
Tari Seudati
| Tari Seudati adalah nama tarian yang berasal dari provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. SEUDATI berasal dari kata Syahadat, yang berarti saksi/bersaksi/pengakuan terhadap Tiada Tuhan selain Allah, dan Nabi Muhammad utusan Allah. Tarian ini juga termasuk kategori Tribal War Dance atau Tari Perang, yang mana syairnya selalu membangkitkan semangat pemuda Aceh untuk bangkit dan melawan penjajahan. Oleh sebab itu tarian ini sempat dilarang pada zaman penjajahan Belanda, tetapi sekarang tarian ini diperbolehkan kembali dan menjadi Kesenian Nasional Indonesia. Agus Sarwono,TiLe |
Likok Pulo
| Tarian ini lahir sekitar tahun 1849, diciptakan oleh seorang Ulama tua berasal dari Arab, yang hanyut di laut dan terdampar di Pulo Aceh atau sering juga disebut Pulau (beras). Diadakan sesudah menanam padi atau sesudah, biasanya pertunjukan dilangsungkan pada malam hari bahkan jika tarian dipertandingkan berjalan semalam suntuk sampai pagi. Tarian dimainkan dengan posisi duduk bersimpuh, berbanjar bahu membahu. Seorang pemaian utama yang disebut syeh berada di tengah-tengah pemain. Dua orang penabuh rapai berada dibelakang atau sisi kiri/kanan pemain. Sedangkan gerak tari hanya memfungsikan anggota tubuh bagian atas, badan, tangan dan kepala. Gerakan tari pada prinsipnya ialah gerakan oleh tubuh, keterampilan, keseragaman/kesetaraan dengan memfungsikan tangan sama-sama ke depan, kesamping kiri atau kanan, ke atas dan melingkar dari depan ke belakang, dengan tempo mula lambat hingga cepat. Agus Sarwono,TiLe |
Minggu, 14 November 2010
Sabtu, 13 November 2010
Sailling
![]() |
| Traditional Fishermen from Ujong Blang, Banda Sakti, Lhokseumawe was sailing in the territory of Malaka Strait on Monday, January 25, 2009 [Agus Sarwono,TiLe] |
Blang Kolam
![]() |
Located in shade, cool and also greenish forest. For the people who wants to feel the coolness of falls, you could stand under water here or just relax on the weekend. Blang Kolam Waterfal Location in Sidomulyo Village, Kuta Makmur Sub-district. Aceh Utara Regency. Around 21 km from Lhokseumawe City. [Agus Sarwono,TiLe] |
Langganan:
Postingan (Atom)














